Kamis, 08 Januari 2009

ia selalu menanti sebuah luapan senja



apa mungkin diri ini sanggup....brjanji terhadap waktu, berabdi terhadap misi...?
beberapa bulan lalu hati ini terasa gersang ,tanpa matahari yang mencairkan gurun salju yang kian membeku dalam pekat pilarku. tetapi semua berubah .... gurun itu mencair, dan matahari itu muncul dibelantara usiaku. ia menghampiriku , dalam diam ia menyapa , menegur dan menjabat lirihan hati yang lama membeku dan akhirnya kini benar2 mencair, hadirnya bagai do'a ibu kepada putranya menjadikan dunia itu tersenyum akan kehadiran sang surya yang menyelipkan noktah cinta diteralis besi, tertempel dibahu kanan ,mengepal bagai sang jagoan yang siap melawan musuh yang ia nanti.
menunggu itulah sejatinya yang aku jalani saat ini menanti kehadiran cinta yang belum tentu nyata dalam hidupku. jiwaku saat ini mungkin ibarat dentangan alienasi yang berada di sudut waktu yang terus berputar tanpa jajaran senja yang selalu menepis di akhir nafasku, berdegup tanpa literasi yang menghanyutkan khayalan kita dalam sapaan alpa pada duniaku.lalu bagiku ia hidup walau masih dalam imaji dan ilusiku......
jiwa ini tak mungkin putus asa karena ia tahu, senja pasti datang dalam aura kehidupan yang kini aku jalani , meski sempit dan gersang semua harapanku untuk melantunkan kaki ini bersamanya, saat ini aku hanya bisa berharap dalam genggamanku yg senantiasa aku nanti untuk menjadi pelita diakhir renunganku disaat jiwa ini terkalutkan oleh garis waktu yang tak pernah menungguku ditiap putarannya........ia bagiku nyata,....ada dan akan datang untuk membasuh luka yang lama aku tahan.

0 komentar: