Senin, 29 Desember 2008

uraian pagi

pagiku pergi dalam bayang - bayangmu
bersama gerimis ia tiada ...

sungguh dingin kurasa auramu
melipat kejenuhanku dalam tetesan gemercik yang kau bagi
untuk kami..
dalam dinginmu aku bersuara....
menyapa mendung diluar sana
haruskan tubuh ini basah untuk sekedar menyambutmu..?


jika mentari tak ada lagi dalam bingkaimu,
mungkin jiwa ini enggan untuk menyambutmu
karena pagi tak mungkin bersanding denganku ,jika sang rembulan tetap dalam peraduannya

haruskan aku selalu memandang kearah timur jika senja telah usai
dan haruskan aku memandang kearah barat jika mentari tak kulihat dalam bingkaimu...


Minggu, 28 Desember 2008

Tautan Rindu

senja itu ingin kulukis dalam benak kosongku
biar menjadi teman dalam tautan rindu
rindu akan kampung halamanku...

.........


Rabu, 03 Desember 2008

IA, Engkau dan Aku

ia adalah jiwa yang mengharap sepi....
berjalan tanpa tatapan , berjabat tanpa adanya rasa..
ia ada dalam uraian waktuku
mencari kebenaran dalam diri.....

ia adalah jiwa yang mengharap sepi...
merangkai hidup,untuk jejak yang kita tinggal
merubah diri ,...
lalu ia sendiri, itulah arti hilir yang belum engkau temui
padahal....
ia adalah jiwa yang tak ingin sendiri....
berjalan tanpa nasehat waktu



engkau...
adalah pesan dalam heningku.....
berandai dalam waktu yang sempit
memandang surya yang takkan penah sirna


sedangkan aku...
adalah bagian bagian dari masalalu
semua adalah ilusi
semua adalah demi kepuasan diri...
tetapi,.....

berakhir senja itulah aku....


ia,engkau dan aku berjalan dalam altar yang sama ........
ia adalah cinta.....
engkau adalah ....kebimbanganmu


sedangkan aku ....adalah masalalu
yang tak ingin kembali


Jumat, 28 November 2008

ia...(sebuah makna)

ia ada dalam dekapan surya....
mematai setiap kala , saat ia terhimpit alienasi..
ia dewasa dalam renunganku..berawal surya dan berakhir senja

diantara kepingan nyawa ia hidup , ...
berandai dalam teologinya
berbagi dalam ilusinya....

kehadirnya ,...adalah anugrah yang meski kita syukuri
bersama uraian waktu ia melaju
memberi arti bagi semua yang benci...

ia adalah kedewaasaan ....
memaknai jiwa untuk kesehajaan mereka