Minggu, 23 Agustus 2009

Reoni Akbar Alumni MAN Tuban Angkatan 2003-2009


Assalamu'alaikum Wr.Wb.


Untuk Mempererat Tali Silaturahmi diantara Para Alumni MAN Tuban , Kami selaku panitia akan mengadakan REONI AKBAR mulai angkatan 2003-2009 ,yang insyallah Akan diadakan pada :

Hari : Sabtu
Tanggal : 26 September 2009
Jam : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Madrasah Allyah Negeri (MAN) Tuban JI.HOS.Cokroaminoto No.04 TeIp (0356) 321701
Acara : "halal bihalal dan Kumpul Bareng alumni , Madrasah Aliyah Negeri Tuban Angkatan 2003 - 2009”

Kami sangat mengharap kehadiran dan peran aktif teman-teman semua terutama koordinator perangkatan ,untuk meneruskan informasi ini kepada seluruh Alumni(2003-2009) baik melalui media email, sms, telfon, blog, friendster,facebook dan lain-lain demi terselenggaranya kegiatan tersebut.


UNDANGAN REONI DAPAT DIDOWNLOAD DISINI


Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Kamis, 08 Januari 2009

diantara goresan pena yang tersayat

memandang galaunya hati ini kadang malam tak mampu mendatangkan cahayanya untukku, menikmati ujaran pena yang tertumpah dalam kolom yang kusisakan untuk cerita yang bisa kutulis nanti tentangmu.....
sajak yang biasa kau dengar saat aku membacakannya untukmu tiap akhir malam, sebelum surya hadir dalam pekikan nafasku.
diri ini memulai hidup dari sebaris nafas yang kutawar saat surya berjaga diatas semestaNya,lalu ia benar2 menjadi jiwa yang selalu berharap pada tiap2 faedah yang tertera dalam bahtera ciptaanNya.......
ketika pena tak bisa mengajariku menuliskan kata2 indah untukmu,sebut saja sajak sebab terasa sering bibir ini melantunkannya walau kadang malam tak menghadirkan pujiannya tentang apa yang sedang mendarah di benakku.....
ingin kutulis sajak itu dalam dendangan mimpi yang melelapkan pikiran ini dalam jelajahnya ,bukan dikolom yang telah kukosongkan malam lalu , karena itu hanya kusisakan untukmu saja ....
andai saja aku tak mampu mendatangkan seuntai kata yang menyejukkan perjalananmu menuju serambiku biarlah kupenjarakan hati ini dalam buih yang senantiasa menantinya dalam ejaan waktu.....
mungkin saja tak pantas diri ini bersanding dengan auramu karena kolom yang sengaja kusisakan tak sebanding dengan rusuk yang selalu kutawar darimu
......

Dalam Diamnya Waktu

tak pernah kudapati makna diam itu dalam cahaya yg mengusungku di peraduan ini.,,,membaca cerita tentang hati insan yang enggan merana dalam pujian alienasi , mungkinkah jiwanya setegar itu bila dendangnya sudah menggaung dideranya mimpi. tak ada lagi yg memanggilnya dalam gelap karena ia ada antara cahaya yang menirukan embun pada atap rumahku lalu ia menjadi keruh ........

Sadarilah waktu yang telah kau buang bersama sajakku

tak akan kuharap lagi sebuah pesan resah itu hadir dalam seteguk nafas ini,
kini ...aku harus meluruskan niat ini dalam baitan fikiranku, menata kembali harapan2 yang telah terbuang sia2 dalam genangan air yang kubiarkan keruh waktu itu. namun harapan itu kini telah berdiri didepanku , menantiku untuk melangkah kembali dalam sajak pagi yang aku tinggal 4 hari yang lalu ,aku sangat ingat saat itu....begitu manja kau menegur jiwa ini,sampai kedunguanku tak pernah terhiraukan dalam benak yang menitikkan air mata rindu.
begitu singkat kau berjemur dibenakku hingga aku tak sanggup meminangmu dalam taburan kesehajaanku .
menari diatas sajadah pilu itulah yang aku tahu darimu wahai fikiran jenuhku. terkadang indraku melagukan kata2 yang aku harap manis bila alam mendengarkannya ,namun apa yang ia balas untukku......hanya dendam.
mungkinkah semua itu berawal dari sekian banyak dosa yang kubiarkan hidup dalam perjalananku? andai saja kau menjawab "ya" akulah makhluk yang dungu dan paling hina dihadapanNya ketika ketika dosa ini tak lagi kuingat.
bukankan akhir tahun lalu telah menjadi renungan bagimu...?
bukankah akhir tahun lalu telah menjadi saksi lama perjanananmu sebagai hamba?
andai saja kau jawab "ya".lalu apa yang kamu peroleh disepanjang perjalananmu menuju serambi imanmu...?
apakah hanya penyesalan ....tanpa adanya niat untuk merubahnya menjadi lebih baik......
apakah hanya perjalanan yang selalu menjadi saksi hidupmu tanpa kau sadari makna ketika kau diciptakan...
semua ini bukanlah pesan waktu yang telah kau tinggal dalam perjalananmu menuju ridhoNya melainkan ini adalah waktumu untuk merubah semua kesalahanmu menjadi kebenaran,waktumu melihat salah jika kau melakukannya tanpa kau sadari , waktumu merencanakan kehidupanmu sebelum ajal menantimu ....
jika kau sadar itu ,ingatlah ...tahun lalu bukanlah sekedar pesan waktu yang harus kau dengar , melainkan perubahan lebih baiklah yang seharusnya kau lakukan untuk akheratmu kelak.
walaupun hari ini tangan ini baru bisa menulis, walau hari ini mata ini baru bisa melihat adanya kesalahan-kesalahan ditahun lalu...
namun saat ini aku masih bisa melantunkan untukmu satu kalimat yang takkan membuatmu rindu bila kau membacanya.
"selamat tahun baru"

Bukan resah yang mewakiliku

pagi telah mengirimku dlam tautan yang ia maksd.bukan kepiluan akan adanya hidup tetapi ttg sejatinya makna tersebut. pagi ini harapku masih kunanti meski dalam dentangan jam aku harus menunggu......
mungkin ini adalam ilusi yg kadang menghanyutkanku dalam bayang2nya..hingga aku disini tak mapu melenyapkan bayangnya dari tabir yang menemuiku semalam... bukankan itu semua hanya lewat kepiluan tabir ?
tak pernah rasa itu kujalin , aku hanya ingin menjadi yang pertama dalam hidupnya,...berteduh dengan keikhlasannya menyambutku.
terasa jauh kualunkan kaki ini ,...namun semua tak membuatku berhenti mumujinya walau dalam saduran pagi kepadaku.
resah ini bukanlah kekhawatiranku menyambutnya,...karena ia selalu ada dalam kesehajaanku. menguatkanku dalam pesannya ,menguatkanku dalam do'anya....

jiwaku terkapar dibelantara kerinduan



seperti ada ... dalam dekapan malam ia bersembunyi dibalik kegelapan ia berselimut. dia selalu ada , tetapi aku tak pernah merasakan kehadirannya untuk waktu yang lama....sebab adanya dengan sendirinya. seperti ada...... semua rasa pernah kurasakan pernah pula kuabaikan ,dan sedikit asa mengembang dalam secuil khayalan yang melebihi raga. saat jiwaku terkawal oleh beribu kesedihan naluriku berjajar seelok aura alam... lalu adakah pengharapan sesudah gelap menjadi pelipur jiwaku yang sedang terkapar dibelantara kerinduan.

biar manja yang menyiksa...

biar manja yang menyiksa,...sedikit kuraih pita itu dalam diamnya waktu. menyudutkan diri dalam wujud ,terbaring dalam alienasi,menahan sepi,lalu ia berkawan sebah angin lalu .
biar manja yang menyiksa,..benci dalam gerimis , menjauh saat hujan dan mendendam kala ia menjadi mendung dalam kealpaan ilusiku......

123...telah usai

jauh kulerai angan ini... pagi tadi aku masih melihat ia dalam kotak kecil yang mengunci jiwanya, menangis tersedu. lalu kupandang mentari yang elok hadir dihulu nafasku , sungguh indah kupandang.ia menyempurnakan kehidupan , menyatukan perjalanan yang sempat terputus waktu senja menengok kearahnya . baru 2 menit aku pejamkan mata ini, semua terasa beda dengan yang lalu... mulutku terkunci mati , sendiku terikat urat yang menjalar tubuhku, arahku berhenti mengalir dari denyutan yang membawanya kesurga yg ia rasa. ini hidup lama tak tersyukuri,........

123......

tercengang menatap waktu...
berdiri sendiri bagai anyelir
memotong lidah kala bicara,
pahit terasa hidup ini , bila usia tak tersyukuri, berdiri meronta menepis kata dalam uraian waktu, kalan jiwaku mulai tak sadarkan diri. hati ini ibarat memuji pada senyum yang sempat hadir dalam linangan derai senjaku kala ia mencoba sendiri
uraian ini bagai otak malam , berdiri tanpa bait yang menjadikan puisi. uraian ini bagai selimut kala badan ini menggigil mengharap nafas tuk kembali dalam diri yang enggan tuk mati. uraian ini bukanlah sajakku , bukan pula puisi yang menghanyutkanmu dalam limpahan imajinasi.namun ia adalah kekejaman nafsuku dalam bait yang terangkum tanpa aku sadari

ia selalu menanti sebuah luapan senja



apa mungkin diri ini sanggup....brjanji terhadap waktu, berabdi terhadap misi...?
beberapa bulan lalu hati ini terasa gersang ,tanpa matahari yang mencairkan gurun salju yang kian membeku dalam pekat pilarku. tetapi semua berubah .... gurun itu mencair, dan matahari itu muncul dibelantara usiaku. ia menghampiriku , dalam diam ia menyapa , menegur dan menjabat lirihan hati yang lama membeku dan akhirnya kini benar2 mencair, hadirnya bagai do'a ibu kepada putranya menjadikan dunia itu tersenyum akan kehadiran sang surya yang menyelipkan noktah cinta diteralis besi, tertempel dibahu kanan ,mengepal bagai sang jagoan yang siap melawan musuh yang ia nanti.
menunggu itulah sejatinya yang aku jalani saat ini menanti kehadiran cinta yang belum tentu nyata dalam hidupku. jiwaku saat ini mungkin ibarat dentangan alienasi yang berada di sudut waktu yang terus berputar tanpa jajaran senja yang selalu menepis di akhir nafasku, berdegup tanpa literasi yang menghanyutkan khayalan kita dalam sapaan alpa pada duniaku.lalu bagiku ia hidup walau masih dalam imaji dan ilusiku......
jiwa ini tak mungkin putus asa karena ia tahu, senja pasti datang dalam aura kehidupan yang kini aku jalani , meski sempit dan gersang semua harapanku untuk melantunkan kaki ini bersamanya, saat ini aku hanya bisa berharap dalam genggamanku yg senantiasa aku nanti untuk menjadi pelita diakhir renunganku disaat jiwa ini terkalutkan oleh garis waktu yang tak pernah menungguku ditiap putarannya........ia bagiku nyata,....ada dan akan datang untuk membasuh luka yang lama aku tahan.