Kamis, 08 Januari 2009

123......

tercengang menatap waktu...
berdiri sendiri bagai anyelir
memotong lidah kala bicara,
pahit terasa hidup ini , bila usia tak tersyukuri, berdiri meronta menepis kata dalam uraian waktu, kalan jiwaku mulai tak sadarkan diri. hati ini ibarat memuji pada senyum yang sempat hadir dalam linangan derai senjaku kala ia mencoba sendiri
uraian ini bagai otak malam , berdiri tanpa bait yang menjadikan puisi. uraian ini bagai selimut kala badan ini menggigil mengharap nafas tuk kembali dalam diri yang enggan tuk mati. uraian ini bukanlah sajakku , bukan pula puisi yang menghanyutkanmu dalam limpahan imajinasi.namun ia adalah kekejaman nafsuku dalam bait yang terangkum tanpa aku sadari

0 komentar: