Senin, 29 Desember 2008

uraian pagi

pagiku pergi dalam bayang - bayangmu
bersama gerimis ia tiada ...

sungguh dingin kurasa auramu
melipat kejenuhanku dalam tetesan gemercik yang kau bagi
untuk kami..
dalam dinginmu aku bersuara....
menyapa mendung diluar sana
haruskan tubuh ini basah untuk sekedar menyambutmu..?


jika mentari tak ada lagi dalam bingkaimu,
mungkin jiwa ini enggan untuk menyambutmu
karena pagi tak mungkin bersanding denganku ,jika sang rembulan tetap dalam peraduannya

haruskan aku selalu memandang kearah timur jika senja telah usai
dan haruskan aku memandang kearah barat jika mentari tak kulihat dalam bingkaimu...


0 komentar: