Kamis, 08 Januari 2009

diantara goresan pena yang tersayat

memandang galaunya hati ini kadang malam tak mampu mendatangkan cahayanya untukku, menikmati ujaran pena yang tertumpah dalam kolom yang kusisakan untuk cerita yang bisa kutulis nanti tentangmu.....
sajak yang biasa kau dengar saat aku membacakannya untukmu tiap akhir malam, sebelum surya hadir dalam pekikan nafasku.
diri ini memulai hidup dari sebaris nafas yang kutawar saat surya berjaga diatas semestaNya,lalu ia benar2 menjadi jiwa yang selalu berharap pada tiap2 faedah yang tertera dalam bahtera ciptaanNya.......
ketika pena tak bisa mengajariku menuliskan kata2 indah untukmu,sebut saja sajak sebab terasa sering bibir ini melantunkannya walau kadang malam tak menghadirkan pujiannya tentang apa yang sedang mendarah di benakku.....
ingin kutulis sajak itu dalam dendangan mimpi yang melelapkan pikiran ini dalam jelajahnya ,bukan dikolom yang telah kukosongkan malam lalu , karena itu hanya kusisakan untukmu saja ....
andai saja aku tak mampu mendatangkan seuntai kata yang menyejukkan perjalananmu menuju serambiku biarlah kupenjarakan hati ini dalam buih yang senantiasa menantinya dalam ejaan waktu.....
mungkin saja tak pantas diri ini bersanding dengan auramu karena kolom yang sengaja kusisakan tak sebanding dengan rusuk yang selalu kutawar darimu
......

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Tenang aja mas, teruskanlah goresan pena itu, jernihkan pikiran ...

Hidup ini adalah sebuah karya seni dan kita melukisnya melalui tindakan, pikiran dan kata-kata ...*halah*

Nice post ..!!!

Kristina Dian Safitry mengatakan...

kutitipkan sajak indah pada embun
berharap salam ini tersampaikan padanya
entah sedang apa ia disana
entah,terbaca olehnya ataukah binasa sebelum sampai padanya
yang kuinginkan,sekedar mengenangnya
*moga tetep semangat*